7. Jagung

Jagung merupakan tanaman biji-bijian yang berasal dari dataran Amerika dan menyebar ke dataran Asia dan Afrika melalui jalur perdagangan yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Menurut catatan sejarah jagung masuk ke Indonesia sekitar abad ke- 16. Penyebaran jagung ke seluruh pelosok dunia tidak terlepas dari besarnya manfaat yang diberikan kepada manusia dan hewan.

 

Di Indonesia jagung menempati posisi nomor 2 sebagai komoditi paling dibutuhkan setelah padi. Bahkan di daerah Madura, jagung dimanfaatkan sebagai makanan pokok.

 

Jagung merupakan jenis pangan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Makanan ini memiliki rasa manis yang lezat dan dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Jagung juga dapat diolah dengan beragam cara, mulai dari dipanggang, direbus, dikukus, hingga dimasak menjadi sup.

 

Karena beragam kandungan nutrisinya, ada beberapa manfaat jagung yang dapat diperoleh, antara lain:

Jagung kaya akan serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Konsumsi makanan tinggi serat dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus, mencegah sembelit, mengurangi risiko terkena wasir, dan menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar.

Jagung mengandung antioksidan zeaxanthin dan lutein. Jenis nutrisi ini dikenal baik untuk menjaga kesehatan mata. Beberapa studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi jagung dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan mata terkait penuaan, seperti degenerasi makula dan katarak.

Jagung juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Di dalam 100 gram jagung terdapat sekitar 500 mg fosfor. Jumlah ini hampir memenuhi kebutuhan harian fosfor orang dewasa. Fosfor sendiri merupakan nutrisi yang baik untuk meningkatkan kepadatan serta kekuatan tulang dan gigi.

 

Manfaat jagung dalam mencegah depresi diperoleh berkat kandungan magnesium di dalamnya. Jenis mineral yang satu ini dapat menjaga kesehatan dan fungsi otak sekaligus menjaga suasana hati. Kadar magnesium yang rendah dalam tubuh diketahui dapat meningkatkan risiko terkena depresi.

Kandungan mineral kalium dan magnesium serta antioksidan pada jagung juga baik untuk mengontrol tekanan darah. Oleh karena itu, mengonsumsi jagung secara rutin dapat mencegah penyakit darah tinggi atau hipertensi.

 

Namun, hindari menambahkan garam secara berlebihan saat mengonsumsi jagung, sebab asupan garam yang berlebihan justru dapat meningkatkan tekanan darah.

Jagung mengandung banyak antioksidan dan vitamin C yang baik untuk menjaga tubuh tetap sehat. Antioksidan berperan dalam menangkal efek radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit dan penuaan dini.